Bagaimanaproses masuk ke sebuah Mal? Pertama biasanya, pihak Mal melihat company profile dari brand itu, lalu mereka mereview apakah brand ini akan masuk. Adakah competitor sejenis yang telah masuk. Sudah banyakkah produk sejenis di Mal itu, atau apakah mereka akan mengkelaskan produk yang sejenis itu sehingga yang baru masuk bisa diterima.
5Hal Yang Harus Diperhatikan Saat Membuka Bazaar Di Mall 1. Kunjungilah lokasi. Lokasi merupakan hal yang sangat krusial. Lokasi strategis, parkir luas, mudah dijangkau oleh siapapun dan kriteria lain yang memenuhi ekspektasi Anda bisa dijadikan tempat yang pas. Baca Juga: Bagaimana Cara Menjadi Miliarder? Ini 8 Hal yang Harus Anda Pikirkan!
Caramasuk mall pakai scan barcode aplikasi PeduliLindungi. 1. Download aplikasi peduli lindungi. Apabila belum terdaftar, bisa cek cara mendaftar aplikasi PeduliLindungi disini. 2. Setelah sudah mendaftar silahkan login/masuk dalam akun.
Jikaanda berminat untuk membuka kios, stand, atau toko di mall maka anda bisa menghubungi pihak marketing dan leasing. Namun, seringkali mereka hanya menyewakan unit yang tersisa saja. Anda juga bisa menyewa unit yang sudah dibeli oleh tangan kedua, jika membutuhkan anda juga bisa menggunakan agen properti untuk mencari posisi unit yang menurut anda cocok.
Temukanharga sewa stand di mall. disini. mudah cari rumah, perumahan, apartemen, tanah atau property lainnya di Indonesia /bulan ( excl. PPN 10 % )4. Masa Sewa : 3 tahun5. Security Deposit : Sebesar 3 bulan Sewa dan 3 bulan Service Charge.6. Cara Pembayaran Uang Sewa dan Service ChargeCara Pembayaran Sewa :DP (Down
ea6oIkU. 7 Cara Jitu Bikin Dekorasi Stand Bazar Kreatif dan Menarik - Selain memberikan yang terbaik dalam produksi barang atau jasa yang Anda akan jual, ada beberapa aspek yang perlu Anda perhatikan agar dapat menarik pelanggan ke stand bazar Anda. Baca juga Perhatikan 7 Hal Penting Ini Sebelum Membuka Booth di Bazar Anda memiliki rencana untuk membuka stand bazar tertentu? Ingin tahu trik apa saja yang bisa bikin stand bazar Anda tampil menarik? Baca artikel ini dulu dan ketahui tips membuat dekorasi stand bazar kreatif dan menarik. Simak poin-poin berikut, ya! 1. Pilih lokasi strategis terlebih dulu Ini dia tips tips membuat dekorasi stand bazar kreatif dan menarik yang pertama. Seperti yang diketahui, lokasi yang strategis tentu sangat berpengaruh atas peluang jumlah pengunjung stand bazar Anda. Kriteria strategis ini biasanya dilihat dari seberapa terlihatnya tempat tersebut oleh pengunjung dan seberapa sering tempat tersebut dilewati pengunjung. Baca juga 7 Tips Dapat Untung Besar dari Berjualan Makanan di Bazar Namun, karena setiap acara memiliki tempat dan dinamika yang berbeda, akan lebih baik jika Anda langsung berdiskusi dengan penyelenggara acara mengenai lokasi-lokasi strategis di acara tersebut. Jika acara tersebut sudah pernah dilaksanakan sebelumnya, Anda juga bisa berdiskusi dengan pihak-pihak yang mempunyai pengalaman membuka stand bazar di acara tersebut untuk menambah perspektif baru. 2. Desain perlengkapan stand harus kreatif Untuk membuat dekorasi stand bazar kreatif dan menarik Anda jadi yang paling outstanding dari yang lain. Selain memilih lokasi yang strategis, akan lebih baik lagi jika Anda juga menyiapkan desain perlengkapan stand dengan baik dan indah. Ekspresikan identitas perusahaan Anda dengan selaras dan indah melalui perlengkapan seperti backdrop stand bazar, logo perusahaan, papan menu jika Anda menjual produk makanan atau minuman, brosur, desain kaos pegawai stand, papan nama, name tag pegawai, dan lain sebagainya. Baca juga Pentingnya Desain Dalam Usaha Jika acara yang Anda ikuti berlokasi di luar ruangan dan pelaksanaannya di malam hari, jangan lupa untuk menyiapkan pencahayaan yang cukup. Dari pencahayaan ini, Anda juga bisa berkreasi dalam penataan dan penghiasannya. 3. Sediakan mini photo booth Perilaku konsumen yang paling sering dihadapi masa kini tentunya memiliki kesukaan terhadap berfoto-foto untuk konten media sosial. Nah, jika Anda punya ruang lebih, manfaatkan tempat tersebut untuk membuat dekorasi stand bazar kreatif dan menarik berupa mini photo booth. Jangan lupa untuk buat dekorasi dan desain mini photo booth Anda dengan kreatif namun tetap sesuai dengan identitas usaha Anda. Baca juga 15 Makanan dan Minuman yang Cocok untuk Bazar, Pasti Laku! Lengkapi setiap desain backdrop dan properti foto Anda dengan konsep yang memberi informasi mengenai perusahaan Anda. Dengan adanya ruang berfoto dan dekorasi unik ini, selain mendapatkan pengunjung yang ramai, Anda juga mendapat agen pemasaran gratis dari pengunjung stand bazar Anda. Stand bazar dan identitas perusahaan Anda akan di-posting melalui media sosial mereka dan berpotensi menarik orang lainnya untuk datang berkunjung juga. Siapa tahu setelah foto-foto jadi tertarik untuk mencari tahu tentang produk Anda, kan? 4. Sediakan tempat duduk yang nyaman Mempromosikan barang atau jasa perusahaan Anda, meski sudah menggunakan strategi marketing maupun desain visual yang menarik, kesulitan pasti akan ditemukan. Dengan menyediakan tempat istirahat sejenak yang nyaman, pengunjung akan datang ke stand Anda dengan sendirinya. Sehabis keliling mengitari area bazar, pengunjung pasti mencari tempat untuk duduk sejenak. Baca juga 4 Cara Branding Produk Sehingga Dikenal Konsumen Sembari pengunjung Anda istirahat, Anda bisa mempromosikan produk barang atau jasa yang Anda jual. Tidak mesti secara verbal, Anda juga bisa memanfaatkan perlengkapan stand Anda seperti brosur, pemutaran video promosi, atau desain stand Anda yang berisi info-info penting tentang perusahaan Anda. Jika acara yang Anda ikuti berlokasi di luar ruangan, jangan khawatir stand Anda akan sepi. Anda bisa sediakan juga tempat untuk berteduh beserta pendingin ruangannya. Cuaca semakin sulit diprediksi, terik panas, dan hujan bisa datang kapan saja. 5. Buat tawaran promo menarik Selain membuat dekorasi stand bazar kreatif dan menarik, Anda juga bisa memaksimalkan strategi promosi barang maupun jasa yang Anda tawarkan di stand bazar. Promosi ini bisa berupa diskon pembelian maupun bonus untuk sebagian pengunjung yang beruntung. Sesuaikan promo Anda dengan budget serta identitas brand dan tema stand bazar yang ingin Anda ciptakan. Baca juga Efektifkah Melakukan Promosi Produk Bisnis Lewat Foto dan Video? Misalkan, jika perusahaan Anda memiliki konsep yang fun dan menargetkan konsumen anak muda, Anda bisa melakukan promosi yang melibatkan penggunaan media sosial atau bahkan dengan membuat mini games di stand bazar Anda. Dengan strategi yang sesuai, Anda bisa menarik perhatian pengunjung stand bazar dengan efektif dan meningkatkan potensi jumlah pengunjung lebih banyak lagi. 6. Putarkan musik Pemutaran musik dengan pilihan lagu yang tepat bisa menarik perhatian pengunjung untuk mampir ke stand bazar Anda. Siapkan daftar putar lagu yang menarik dan jangan lupa disesuaikan juga dengan konsep identitas perusahaan dan acara yang Anda ikuti ya! 7. Bagi-bagi merchandise gratis Siapa yang tidak suka gratisan? Dengan gratisan-gratisan ini, Anda bisa memaksimalkan strategi pemasaran Anda juga. Untuk itu, Anda bisa buat desain merchandise Anda yang selaras dengan identitas perusahaan dan target usia pelanggan Anda. Agar dapat digunakan secara umum, pilihlah benda-benda praktis untuk merchandise Anda. Misalnya, barang-barang yang seperti alat tulis, notes kecil, kipas tangan, tote bag, dan lain sebagainya. Jika target pemasaran Anda adalah anak muda, Anda juga bisa mengemas event pembagian merchandise gratis ini dengan mini games yang melibatkan media sosial. Baca juga Tips Menggunakan Media Sosial Sebagai Sarana Promosi bagi Bisnis Anda Nah, bagaimana? Sudah tahu kan tips membuat dekorasi stand bazar kreatif dan menarik? Untuk melancarkan proses transaksi Anda, terutama jika Anda menjual produk yang dibeli secara langsung seperti makanan, minuman, atau benda-benda portable lainnya, Anda juga akan memerlukan aplikasi kasir yang rapi, praktis, dan terhubung. Dengan aplikasi kasir Moka, Anda tidak perlu kerepotan mengatur pemasukan Anda di tengah riuh pengunjung stand bazar. Cukup install aplikasi Moka di smartphone Anda dan bawa hardware mobile printer Moka Anda, transaksi berjalan tetap teratur, catatan usaha tetap Anda terjaga dengan aman. Yuk, cobain praktisnya berbisnis bersama Moka!
Dalam memulai sebuah usaha pastikan Anda memiliki informasi terlebih dahulu perihal apa saja yang Anda utuhkan. Seperti ketika hendak membuka Foodcourt di mall. Lalu, bagaimana cara membuka bisnis Foodcourt di Mall? Sebelum membahas tentang cara membuka usaha foodcourt alangkah baiknya untuk memahami prosedurnya terlebih dahulu. biasanya terdapat dua prosedur ketika hendak membuka outlet minuman dan makanan di foodcourt mall, yaitu Dengan menggunakan sistem pembayaran potongan harga a jual. Biasanya akan dikenakan potongan 20% oleh pihak pengelola. Melalui potongan harga inilah yang nantinya akan menjadi pembayaran sewa lokasi Anda dalam setiap bulannya. Sistem yang bisnis franchise foodcourt yang kedua adalah dengan melakukan pembayaran sewa pada setiap periode, baik per bulan atau per tahun. Untuk biaya sewa ini bermacam-macam, ada yang mulai dari Rp 10 juta hingga ada yang Rp 20 juta dalam setiap tahunnya. Jadi, tergantung lokasi yang dipilih. Setelah mendapatkan informasi perihal biaya pembangunan foodcourt, Anda harus mengetahui cara membuka bisnis foodcourt di mall agar tidak sampai gulung tikar. 1. Menentukan Lokasi Cara yang pertama dalam memulai bisnis foodcourt ini yaitu dengan mencari lokasi. Menentukan lokasi dimana Anda akan membangun foodcourt Anda adalah hal yang paling penting. karena lokasi menjadi peluang yang dapat membawa keuntungan. Sebagai contoh adalah pemilihan lokasi yang mudah dijangkau tentu akan memiliki nilai jual yang lebih tinggi. Tidak hanya itu saja, Anda juga wajib memastikan perihal ramai atau tidaknya mall tersebut. Karena semakin banyak pengunjung mall, maka akan semakin besar pula peluang bisnis Anda akan dilirik oleh pengunjung. Selain itu dengan menggunakan sistem konsep foodcourt unik, pelanggan akan penasaran dengan bisnis Anda. 2. Kebutuhan dan Minat Konsumen Salah satu hal yang penting sebelum memulai bisnis adalah dengan melakukan riset perihal bisnis yang Anda pilih memiliki peluang yang besar untuk sukses atau tidak. Lakukanlah riset dengan menjawab pertanyaan kecil-kecilan berikut ini. Apakah ide bisnis Anda sudah sesuai dengan yang dibutuhkan oleh masyarakat? Sasaran pembeli Apakah terdapat kompetitor yang telah menawarkan makanan atau minuman yang sama dengan makanan dan minuman yang hendak Anda jual? Bagaimana hasil kompetisinya? Lalu, bagaimana caranya agar bisnis tersebut dapat memasuki masyarakat dengan baik? 3. Menggunakan sistem jemput bola Apabila mall yang Anda pilih untuk memulai bisnis agak sepi, Anda dapat memanfaatkan sistem jemput bola yang berarti pemilik bisnis berinisiatif untuk mencari pelanggan, seperti menyebarkan brosur, menyediakan sistem delivery. 4. Selalu memiliki stok bahan baku Hal ini mungkin terlihat sepele, namun sangat penting. hal ini bertujuan untuk menghindari bahan baku yang kehabisan yang berujung mengecewakan pelanggan. Apabila stok sudah mulai menipis maka Anda wajib memiliki stok cadangan. Apabila perlu lakukan pengecekan perihal stok bahan baku setiap 2-3 hari sekali. Tidak hanya itu saja perhitungan juga perihal resiko keterlambatan bahan baku yang diakibatkan oleh kondisi jalan yang tidak menentu. 5. Mempertimbangkan Biaya Cara membuka bisnis foodcourt di mall yang terakhir adalah dengan mempertimbangkan biaya sewa yang tergolong besar. Hal ini menjadi yang sangat penting karena kemampuan finansial Anda. Jangan memaksakan kemampuan finansial karena bisa memiliki resiko yang besar untuk bisnis apabila Anda juga bisa memilih konsep foodcourt outdoor yang memiliki harga yang relatif lebih murah ketimbang foodcourt yang terdapat di dalam mall.
Jangan salah ikut bazaar. Punya bisnis sendiri kayaknya sudah jadi hobi anak muda zaman sekarang. Ini merupakan evolusi yang bagus, mengingat menurut Ir. Ciputra, sebuah negara maju membutuhkan setidaknya dua persen penduduknya yang entrepreneur. Untungnya lagi, evolusi ini didukung oleh maraknya bazaar di lingkungan. Jadi kamu bisa langsung menjajakan produk atau jasamu tanpa perlu memiliki tempat tetap. Ets, tapi sebelum kamu memutuskan untuk ikut bazaar, perhatikan dulu hal-hal di bawah ini Tema bazaar dan bentuk Gambar bazaar emang harus oke banget, itu pasti. Tapi, sama aja kalau realisasinya nggak maksimal. Jadi, kamu bisa menanyakan apa saja acara yang akan diadakan, bagaimana bentuk dekorasi jangan-jangan hanya backdrop saja?, dan lain sebagainya. Jangan sampai tema hanya jadi alasan untuk menarik perhatian Layout yang Gambar jalan bagi pengunjung cukup lebar, jalur yang ada membuat semua tenant dilewati oleh pengunjung, area duduk untuk makan yang cukup merata dan memadai bagi pengunjung sehingga mereka tidak malas berhenti dan membeli makan dan lain sebagainya. Seperti misalnya seberapa jarak panggung dan stand juga perlu kamu perhatikan, jangan sampai ketika kamu memilih stand di depan panggung agar ramai, malah tidak ada pengunjung yang mampir karena suara terlalu Persaingan tenant yang Gambar tenant yang adil bisa jadi dari pembagian jumlah penjual makanan, minuman, dan produk lain yang rata; seminimal mungkin produk sama persis yang dijual bersamaan oleh tenant yang berbeda, atau dari layouting yang menghindari produk serupa yang Alur in-out yang jelas dan Gambar penting, mengapa? Karena alur keluar masuk bazaar menentukan stand mana yang akan dilewati terlebih dahulu, apakah kami di posisi paling depan, tengah, atau kamu di belakang? Semua sesuai strategimu saja, yang pasti panitia harus bertanggung jawab atas alur yang mereka buat. Jangan sampai ketika kamu sudah mengatur strategi, eh mereka yang nggak bisa menjaga alur. Apabila mereka menyediakan satpam dan bukan panitia yang menjaga, akan lebih baik. Karena figur satpam akan lebih efektif dalam menahan pengunjung yang Ukuran stand yang sesuai dengan Gambar ukuran stand dari panjang, lebar, dan tingginya? Apakah partisi menutup semua sisi dari stand? Sesuaikan dengan properti dan dekorasi yang kamu punya. 6. Izin dekorasi partisi sesuai Gambar bahan partisinya? Bolehkah kamu mencat, memaku, atau memodifikasi partisinya? Sesuaikan dengan properti dan dekorasi yang kamu Persediaan kertas sold-out/restock yang Gambar kertasnya dibagikan pada setiap stand agar bisa digunakan kapan saja ketika sold-out atau restock? Atau dibawa panitia dan kamu harus mencari mereka nanti? Bagaimana cara mencari tim dokumentasi bila sudah sold-out?8. Tenant relations yang baik dan Gambar tenant relations yang ia sediakan? Jangan sampai hanya dua atau tiga orang yang menangani seratus tenant, bisa-bisa waktu reaksinya sangat lama untuk menangani pertanyaan atau masalah yang kamu hadapi. Pastikan mereka siaga dan selalu mudah kamu hubungi bila dibutuhkan. Pastikan juga kamu mendapatkan nomor dari tenant relations mu, sehingga ketika hari H mudah untuk Promosi dan publikasi yang baik menjelang, selama, dan setelah acara Gambar mana sajakah publikasi dilakukan? Siapa artis yang diundang? Bagaimana bentuk update selama acara? Apakah ada kemungkinan-kemungkinan stand-mu akan dipublikasikan selama acara? Pastikan kamu sendiri yakin acara tersebut akan ramai pengunjung, dan bahwa stand-mu akan Perjelas Gambar akhirnya, pastikan kamu membaca segala peraturan yang ada dan jangan sampai kamu melewatkan hal-hal penting. Pertanyakan semua hal yang rancu atau tidak kamu mengerti. Kamu tidak mau bertengkar dengan panitia hanya karena sukses ya!
julho 18, 2019 O que é um Stand? Para que serve, quais os principais tipos e as 3 principais coisas que um Stand precisa fazer. A palavra Stand em inglês equivale a palavra Estande no Português , que é um local reservado em uma feira ou exposição para empresas exibirem seus produtos e serviços a clientes e público em geral. Se você ainda não foi a uma destas feiras ou exposições, existe um bom paralelo para te ajudar a entender isso melhor. Os Stands são bem parecido com as lojas de um Shopping Center. Num Shopping Center , as lojas estão posicionadas lado a lado, a maior parte delas tem um mesmo tamanho, mas algumas são bem maiores. Todas elas estão competindo pela sua atenção, e atraindo você para se aproximar e entrar, ao mesmo tempo que deixam claro o que estão vendendo e para que tipo de consumidor. Um stand é praticamente isso, mas montado por apenas alguns dias em num local chamado Centro de Exposições. Em São Paulo, os mais famosos são o Anhembi, ExpoCenter Norte , São Paulo Expo, no Rio de Janeiro o RioCentro, mas existem muitos outros. Empresas especializadas em organizar essas Feiras, promovem o evento que dura de 2 a 6 dias. Cada feira é focada em um mercado ou em uma indústria. Então temos como exemplo Feira do Bebe, Feira da Construção, Feira de Maquinas e assim por diante. Nas feiras , as empresas mostram seus produtos e serviços para milhares de clientes com alto potencial de compra. Elas reservam seus espaços nas Feiras com o Organizador e alugam ou compram um stand para esse perÃodo. Como o espaço é bem concorrido, o valor por metros quadrado é bem alto. Por isso , as empresas tentam otimizar o espaço ao máximo reservando o menor tamanho possÃvel para a montagem do seu Stand. Aliás, calcular quanto espaço é necessário para um stand , para que não gaste demais, mas também não fique sem espaço para tudo o que de fato precisa mostrar, é uma arte. Isso significa que, diferente da loja, a empresa não irá levar um estoque de produtos para vender na Feira. Ao invés disso, levará amostras dos produtos, ou colocará imagens impressas do produtos e serviços, em banners ou backdrops no stand. Isso ajudará a comunicar mais facilmente com o público que passa pelos corredores da Feira, o que aquela empresa está oferecendo e quais os seus diferenciais. Nessa situação onde não se pode falhar, onde por poucos dias a empresa estará exposto a muitos clientes e o valor de cada decisão custa caro, a importância do Stand fica bem grande. Como conseguir mais Público para visitar o meu Stand? Um bom Stand precisa fazer bem 3 coisas 1 - Capturar a atenção e o interesse de TODAS as pessoas que passam pela Feira. 2 - Comunicar clara e rapidamente o que a empresa faz e para quem ela faz. 3 - Atrair para dentro do Stand o publico-alvo que interessa para a empresa e deixar que o restante que não é o cliente da empresa siga em frente e não fique ocupando o espaço no stand. Agora, fazer bem estas 3 coisas, é o segredo do sucesso em Feiras e Eventos e a chave para atrair mais visitantes para o seu stand. Vamos ver um pouco mais sobre cada uma desta funções que o Stand deve realizar Capturar a atenção e o interesse de TODAS as pessoas que passam pela Feira. Todo o público da Feira é seu cliente me potencial , então uma coisa que absolutamente você não quer ao ir numa feira é ser discreto. Atrair a atenção é fundamental. Estudos mostram que um stand tem de 3 a 5 segundo para capturar a atenção de quem passa pela frente do stand. Depois disso , se sua atenção não foi capturada o stand ao lado já está tentando fazer isso também. Grandes imagens, boa iluminação, ótimo Design, ambiente vibrante, irá atrair a atenção de todos e ao mesmo tempo comunicar com seu público. Mas existem alguns erros comuns que as empresas cometem. Alguns tipos de atração, apenas atraem e não comunicam. Comida exposta, modelos com roupas chamativas, brindes dados indiscriminadamente irão atrair a todos mas não chamam para o seu stand quem de fato interessa para a empresa. E fica mais difÃcil separar o joio do trigo se a o pessoa já entrou no seu stand. Comunicar clara e rapidamente o que a empresa faz e para quem ela faz Aqui é que começa a separação dos profissionais dos amadores. Saber usar os recursos de comunicação para ao mesmo tempo que atraem o publico que interessa para a empresa, comunica para o publico que não interessa que siga em frente e não entre no seu stand. Mas porque selecionar assim o publico? Um bom stand deve conseguir lidar bem com o fluxo de clientes potenciais que passam pelo corredor a sua frente durante a Feira. O Organizador da Feira poderá informar quantas pessoas visitaram a feira no ano anterior. Digamos pessoas visitando a Feira , que dura 3 dias e fica aberta das 1300 as 2200 hs . Estes são números bem normais para um evento assim. Sendo assim, irão passar pela frente do Stand em média 6,17 pessoas por minuto! Se não fizer isso , quantas pessoas terá que ter no seu stand para atender 6 pessoas a cada minuto? É importante perceber que precisa equilibrar quantidade com qualidade. Não interessa atender todo mundo, porque nem todos são clientes potenciais. E eliminando quem não interesse, o time de atendimento fica mais capaz de atender bem quem interessa. Atrair para o Stand o publico-alvo que interessa e deixar que o restante seguir em frente. Vários fatores, como o design do stand, o treinamento da equipe de atendimento, a arquitetura , a localização, o tipo de atração, e os recursos de marketing precisam ser combinados na medida certa, para trazer ao final o resultado de sucesso numa feira. Mas o objetivo final de todo esse conjunto é atrais para dentro que interessa para a empresa. As informações do time de vendas tem sobre o que interessa e importa para os clientes são usadas na criação do stand, para que ele consiga fazer esse papel de atrair quem interessa. Tipos de Stand As empresas que fazem montagem de stands, agrupam os diversos modelos em categorias ou tipos. Os tipos são Montagem Básica, Padrão, Misto, ConstruÃdo, Cenográfico e temos ainda os Stands Portáteis. Estande Básico vem com as paredes , piso de carpete , luzes , mesa e Padrão tudo do anterior mais alguns itens como balcões expositores, logomarca, vitrines, sala de reunião ou deposito, piso é feito com o sistema de montagem básico, com visual Misto Usa a base do anterior e mantem o formato do padrão, personalizando com acabamentos mais nobres, com visual mais ConstruÃdo Abandona o sistema de montagem padrão, e por isso permite um visual muito mais caprichado e de destaque. Pode-se fazer praticamente qualquer idéias dentro da limitação do Cenográfico Usado em geral para grandes espaços, o estande é pensado quase como uma escultura arquitetônica, onde o próprio stand irá ser a principal ferramenta de comunicação da marca no Portátil Diferente de todos os anteriores, estes você compra e não aluga. A vantagem é poder usar novamente em eventos seguintes, o que geral traz uma grande economia. Você pode saber mais sobre stands portáteis clicando aqui. Mas isso já é tema para uma próxima postagem. Então até a próxima. Um grande abraço. Gostou, queria fazer perguntas? Deixe seu comentário abaixo. Se quiser receber nossa newsletter, cadastre seu e-mail abaixo. Deixe um comentário Os comentários serão aprovados antes de serem exibidos. Ver artigo completo
Berniat membuka usaha di mall? Siapa yang tidak mau? Banyak tenant-tenant baik skala nasional maupun internasional dapat ditemukan di dalam mall. Mall, selain merupakan landmark suatu kota, juga merupakan tujuan banyak khalayak mulai dari muda sampai yang lanjut usia dalam mencari hiburan dalam jarak dan jangka waktu yang dekat. Mall juga biasanya dipenuhi pengunjung pada saat weekend atau hari libur nasional. Namun, bagi anda yang ingin membuka stand di mall maka ada beberapa peraturan yang perlu ditaati. Banyak para tenant yang akhirnya harus terkena denda karena tidak mematuhi peraturan yang ditetapkan oleh pihak manajemen, Nilai dendanya bisa mencapai 5 juta sehari lho! Tentu anda tidak mau mengalaminya bukan? Oleh karena itu, berikut beberapa peraturan mall yang harus ditaati agar terhindar dari pelanggaran dan denda. 1. Harus selalu buka dan tutup tepat waktu Semua tenant yang ada di mall, harus memiliki jam operasional yang sama dengan operasional mall. Hal ini diberlakukan agar tidak ada tenant yang ditemukan dalam keadaan masih atau sudah tutup pada saat operasional mall yang dapat mengakibatkan keluhan pengunjung. Ada beberapa mall yang ketat dalam menerapkan ini dan ada yang cukup longgar. Beberapa mall di Surabaya seperti Galaxy Mall, menerapkan aturan yang benar-benar ketat perihal jam operasional demi menjaga nama baik dan profesionalitas manajemen. Para tenant hanya diberikan grace period hingga 10 menit dari jam operasional dibuka. Jika ingin tutup, buka terlambat, atau tutup lebih awal di hari operasional, maka pihak tenant harus terlebih dahulu mengurus perijinan di bagian manajemen. Lalu, pihak manajemen akan memberikan tulisan pemberitahuan yang ditempelkan pada pintu tenant yang bersangkutan agar pengunjung mengetahui bahwa tenant tersebut akan melakukan perubahan jam operasional sementara. 2. Tidak boleh asal renovasi Renovasi di dalam mall pun juga ada aturannya. Salah satunya adalah, dilarang melakukan fitting out pada saat jam operasional mall terutama jika itu menimbulkan suara dan bau yang dapat mengganggu kenyamanan pengunjung. Pihak manajemen mall biasanya akan memperbolehkan tenant melakukan renovasi di luar jam operasional mall. Itupun harus menggunakan pintu dan lift yang dikhususkan untuk memasukkan barang dari luar. Setiap ada kegiatan renovasi atau fitting out, maka terlebih dahulu anda harus memberitahukan ini ke pihak manajemen. Biasanya akan dikenakan biaya administrasi dan keamanan fitting per harinya. Ingat, pastikan setiap pekerja menggunakan tanda pengenal. Beberapa mall seperti Tunjungan Plaza memberlakukan denda hingga per orang apabila terbukti tidak membawa tanda pengenal dan surat ijin fitting saat pemeriksaan. 3. Mau promosi? Perhatikan batas tenant! Menyebarkan brosur pun tidak bisa asal. Kebanyakan mall hanya memberikan batas 5 meter dari posisi tenant jika ingin melakukan pembagian brosur. Itu pun, pihak tenant harus mengurus ijin terlebih dahulu ke pihak manajemen bahwa akan diadakan kegiatan promosi. Hal ini diberlakukan agar kondisi di mall tidak kacau balau antara pengunjung dan sales dari tenant. Pengunjung tentu akan merasa tidak nyaman apabila diberikan brosur di sepanjang jalan mereka berjalan. 4. Posisi Toko atau Kios harus sesuai Pastikan anda sudah melakukan survey di lokasi mall untuk mengetahui di mana kira-kira posisi kios atau toko tempat anda beroperasi. Anda tidak diperkenankan untuk membuka toko es krim di bagian fashion atau membuka toko elektronik di foodcourt. Ini karena pihak mall sudah membagi-bagi segmen dalam pertokoan untuk memudahkan pengunjung mencari tempat yang menjual produk tertentu dalam satu daerah. Selain itu, bukankah ini juga menguntungkan pihak tenant karena orang yang datang ke daerah foodcourt pasti akan membeli makanan dan begitu juga untuk kategori lainnya? Pihak mall juga ingin memastikan agar tenant yang menyewa di mall tidak mengalami kerugian akibat toko yang sepi. Lalu bagaimana cara memulai? Jika anda berminat untuk membuka kios, stand, atau toko di mall maka anda bisa menghubungi pihak marketing dan leasing. Namun, seringkali mereka hanya menyewakan unit yang tersisa saja. Anda juga bisa menyewa unit yang sudah dibeli oleh tangan kedua, jika membutuhkan anda juga bisa menggunakan agen properti untuk mencari posisi unit yang menurut anda cocok.
cara membuka stand di mall